"Selamat siang, maaf apa benar ini dengan Pak Wahyu?"
"Iya benar Bu, tapi saya belum Bapak-bapak, umur saya baru delapan belas tahun." Jawab Wahyu pada Wanita menelponnya.
"Maaf Mas Wahyu, saya Tini, kemarin saya salah trasfer ke rekeningnya Mas Wahyu, padahal itu untuk biaya lebaran dan fitrah keluarga saya." Terdengar suara Tini seperti sedih.
"Salah trasfer? Kok bisa?"
"Iya, suami saya ga konsentrasi waktu trasfer, malah trasfer ke rekening Mas Wahyu, saya minta tolong dengan sangat agar Mas Wahyu mau mengembalikan uang saya, saya mohon Mas Wahyu, saya mohon." Terdengar isak dari suara Tini.
"Berapa jumlahnya?" Tanya Wahyu.
"Dua juta Mas, kembalikan saja sejuta delapan ratus, yang dua ratus untuk Mas Wahyu untuk kebaikan Mas Wahyu mengembalikan uang saya."
"Ya saya lihat di bank dulu ya."
"Lewat ATM saja bisa Mas."
"Maaf Bu, saya ga punya kartu ATM, jadi saya harus ke bank untuk lihat tabungan saya." Terang Wahyu.
"Oh begitu ya Mas? Ya sudah saya tunggu secepatnya ya Mas Wahyu, karna saya benar-benar membutuhkan uang itu."
Telpon terputus, Wahyu agak ragu, karna sekarang banyak kasus penipuan, namun ia juga penasaran, akhirnya Wahyu memutuskan untuk menuju Bank tempat ia menabung uang hasil menanam jagung di kebunnya.
Sesampainya di Bank ia langsung meminta kasir Bank untuk melihat tabungannya.
Wahyu kerutkan dahi, ia melihat ada uang masuk sebesar dua juta hari ini.
"Berarti benar ada uang salah trasfer masuk, kasihan ibu itu." Batin Wahyu, lalu ia menghubungi Tini yang tadi menghubunginya.
"Asalammualaikum, ia benar ada uang masuk sebesar dua juta, nanti saya trasfer balik Bu, ga usah Bu, saya akan trasfer seluruh uang ibu sebesar dua juta ya Bu, minta nomer rekeningnya aja Bu, iya Bu terimakasih juga, ia Bu sama-sama."
Wahyu tersenyum, terasa lega hatinya sudah bisa menjadi orang baik, apa lagi saat Ramadhan ini, walau ia pun memerlukan uang, namun ia yakin kebaikan pasti akan berbuah kebaikan.
"Maaf Mbak, saya mau trasfer balik uang yang salah trasfer ke rekening saya." Wahyu serahkan buku tabungan dan kwitansi kirim uang yang sudah ia isi.
"Trasfer balik?" Teller Bank kerutkan dahi.
"Iya Mbak, tadi ada yang trasfer ke nomer rekening saya, ternyata salah trasfer, dan sekarang saya mau kembalikan lagi uangnya." Terang Wahyu.
"Maaf Mas, yang salah trasfer itu apa keluarga atau teman?" Tanya Teller bank yang cantik itu.
"Bukan Mbak."
"Kalau bukan kok bisa tau nomer handphone Mas-nya? Apa ga aneh itu?" Pertanyaan Teller bank membuat Wahyu termenung.
"Iya juga sih, tapi ini duitnya ada loh Mbak, dan uang itu bukan uang saya, pasti uang mereka kan?" Wahyu garuk-garuk kepala.
"Kasus seperti ini sering terjadi Mas, kalau saya lihat dari pengirim uang itu bukan atas nama perorangan tapi atas nama Perusahaan, jadi kemungkinan itu dari pinjaman online alias pinjol." Terang Teller bank.
"Tapi saya ga pernah pinjam uang loh Mbak." Wahyu terlihat gusar.
"Jadi gini Mas, ada yang pakai data-data Mas Wahyu untuk melakukan pinjaman online, lalu ketika pinjaman sudah cair, orang itu menelpon Mas Wahyu dengan berpura-pura salah trasfer, berharap Mas Wahyu mentransfer uang itu dan Mas Wahyu yang akan ditagih atas pinjaman itu." Teller Bank menerangkan panjang lebar tentang apa yang sedang terjadi.
"Astaghfirullahaladzim, kok bisa seperti itu? Astaghfirullahaladzim, berarti sekarang ini saya sudah melakukan pinjaman online tanpa saya sadari? Kok bisa seperti itu ya Mbak?" Wahyu sangat kaget mendengar penjelasan Teller.
"Kadang tanpa kita sadari kita sudah menyebarkan data diri kita lewat aplikasi Trojan atau Malware yang kita unduh tanpa sengaja."
"Oooh, iya saya sering download musik dan video di web, mungkin dari sana ya Mbak, terus bagaimana uang yang sudah masuk ini?"
"Mau ga mau harus dikembalikan dengan bunganya, biasanya nanti ada dep collektor yang dateng, udah bayar lunas aja."
"Ya ga apa-apa deh, dari pada ketipu dua juta, dan ditagih tanpa kita tau uangnya, terimakasih Mbak, wah kalau ga dikasih tau mbak bisa stres saya abis lebaran." Wahyu tersenyum sambil garuk-garuk kepala.
Hati-hati kawan, mau lebaran banyak sekali penipuan.
Berbagai cara setan membantu manusia untuk mengikutinya ke dalam Neraka.
Selalu tetap waspada, jangan mudah tergoda dengan hasil yang mudah, melimpah tanpa usaha yang keras.
Jual madu QI yang jelas asli bersertifikat dan bergaransi saja itu tidaklah mudah, banyak tantangannya dari madu palsu yang harganya murah meriah.
Namun setiap ketekunan pasti akan membuahkan hasil.
Jadi jangan ragu untuk jadi seller madu QI lewat WhatsApp https://s.id/MADUQI
Insya Allah jadi rejeki halal.
Aamiin ya rabbal alaamiin.
Salam sehat selalu.
Sumber : FB Ahmad Mustopa
Salam1HoBee
MaduQi Madu Murni Garansi Rimbawan