"Undangan lusa jadi, barusan aku telpon percetakannya, tapi seribu undangan kebanyakan ga ya?" Sudiro bertanya pada Lisa calon istrinya.
"Enggak lah Mas, temenku, temen kamu, teman-temannya saudara kita, itu pasti banyak kan? seribu undangan itu menurutku malah kurang loh." Lisa tersenyum manis.
"Terimakasih sudah mau menjadi Bidadariku." Sudiro genggam tangan Lisa.
"Terimakasih sudah mau mempersunting ku." Lisa balas menggenggam tangan Sudiro.
"Ehm, ehm, cie yang mau jadi manten mesra terus." Atikah adik dari Lisa tiba-tiba datang menghampiri Sudiro dan Lisa yang sedang mempersiapkan acara pernikahan mereka.
"Iya dong, emang kamu ga laku-laku." Lisa cubit pipi Atikah, gadis berusia delapan belas tahun itu meringis kesakitan.
"Aduuuuh sakit!" Atikah lalu mengejar Lisa yang berlari menghindarinya.
"Eh kok malah pada becanda sih? ayo bantu ibu beres-beres ruang tamu, besok kan ayah dan ibu Sudiro mau datang." Perintah Liana ibu dari Lisa dan Atikah.
Sudiro lelaki yang sangat giat dalam bekerja, ia adalah Karyawan Pabrik jika siang, dan bila malam ia menjadi driver ojek online, bahkan ia juga aktif berjualan madu QI madu asli yang bersertifikat dan bergaransi.
"Maaf Pak, siapa tau mau beli madu, ini saya ada rekomendasi madu asli berkualitas dan bersertifikat, ada garansinya lagi."
Sudiro berikan kartu nama pada pelanggannya yang baru saja memberikannya ongkos ojek.
"Ah masa sih bang ada madu bergaransi?"
"Iya Pak, madu QI ini bergaransi loh, Bapak bisa langsung menghubungi https://s.id/MaduQi atau bisa cek di https://S.id/CompanyProfilePTMWHMADUQi2024-2028 bapak juga bisa nambah penghasilan dari Madu QI ini loh Pak."
Begitulah Sudiro ia mengisi waktunya dengan mencari uang, karna ia tak ingin menyia-nyiakan masa mudanya demi masa depannya.
Hujan rintik membasahi jalan, Sudiro menatap wallpaper handphonenya yang terhias wajah Lisa calon istrinya.
Tak lama handphonenya berbunyi, pertanda ada orderan masuk.
Sudiro pun langsung menuju titik jemput untuk menjemput customernya.
"Ke Mal Pluit ya bang." Pinta customer Sudiro memastikan.
"Siap Bang." ucap Sudiro dengan senyum mengembang pada lelaki seusianya itu.
Sesampainya di tujuan lelaki itu tampak buru-buru karna hujan, ia memberikan selembar uang lima puluh ribu pada Sudiro dan langsung berlari memasuki Mal.
Sudiro kaget memperhatikan uang pemberian customernya itu, karna uang itu ternyata sobek di ujungnya.
Berpikir uang itu tak akan laku, Sudiro pun memarkirkan motornya, lalu masuk ke dalam Mal untuk mencari customernya itu.
Sudiro hampir tak percaya dengan apa yang ia lihat, karna jelas di depannya ia melihat Lisa menggandeng mesra lelaki yang tadi menjadi penumpangnya.
Dengan hati yang terasa terbakar, Sudiro mengikuti Lisa dari belakang, hingga ia memasuki Kedai makan yang ada di dalam Mal.
Sudiro menelpon Lisa.
"Assalamualaikum, lagi di mana sayang?" Bergetar bibir Sudiro menyebut kata sayang.
"Aku lagi di rumah temen, ini lagi nulisin daftar nama-nama undangan kita." Jawab Lisa.
"Oh kirain kamu lagi ke Mal."
"Ke Mal? enggalah ngapain ke Mal?"
"Oh ya udah, berarti perempuan yang duduk di Kedai Bakso di dalam Mal Pluit itu bukan kamu ya?" Jantung Sudiro berdetak kencang, ia menelpon sambil tangan kanannya membuat video dengan handphonenya yang lain.
Lama tak ada jawaban dari Lisa, ia seperti kaget, kepalanya menengok ke kanan dan kiri, begitu ia menoleh ke belakang terbelalak lah matanya melihat Sudiro berdiri tepat di belakangnya.
"Mas maaf ini uangnya sobek, kalo bisa tolong ganti dengan uang yang lain." Sudiro memberikan uang sobek yang tadi ia terima dari customernya yang juga ternyata adalah kekasih gelap Lisa.
Sudiro menuju rumah Lisa, setelah ia meninggalkan Lisa di Mal bersama kekasihnya.
Sesampainya di rumah Lisa, ia mengadukan semuanya pada keluarga Lisa dengan bukti video Lisa dan kekasih gelapnya itu.
Begitu Lisa pulang, ia langsung di maki-maki oleh Tejo ayahnya, sedang Liana hanya bisa menangis menyesali kelakuan anaknya itu.
"Mas maafkan aku, aku janji ga akan melakukan hal itu lagi, jangan batalkan pernikahan kita Mas, tolong jangan batalkan."
"Maaf Lisa, selingkuh itu adalah penyakit, dan itu sangat sulit diobati, orang yang sekali selingkuh biasanya akan terus dan terus mengulanginya, mereka tak akan bisa puas dengan pasangannya, mereka sudah kehilangan arti dari kesetiaan, maafkan aku, kita tidak bisa bersama, namun jangan khawatir pernikahan akan tetap berlangsung."
"Maksud kamu pernikahan kita akan tetap berlangsung?" Lisa seka airmatanya dan mendekati Sudiro.
"Bukan pernikahan kamu, tapi pernikahan Atikah dengan Sudiro!" ujar Tejo dengan suara lantang.
"Apa? tidak Yah, jangan seperti itu Yah, jangan Atikah, jangan!" Lisa histeris lalu ambruk pingsan.
Seminggu kemudian rumah Tejo dan Liana ramai dipadati tamu, mereka menggelar acara resepsi pernikahan anaknya Atikah dengan Sudiro.
Banyak tamu yang berdecak kagum dengan kecantikan Atikah sebagai mempelai Wanita dan ketampanan Sudiro sebagai mempelai Pria.
Belum lagi dengan sajian makanan perasmanannya yang sangat enak, terutama ikan asin cucut yang mereka pesan dari bang Ahmad Mustopa dengan harga yang murah hanya empat puluh ribu sekilonya itu.
Sementara Lisa menangis dalam kamarnya, meratapi nasibnya dan mengutuki apa yang telah ia lakukan pada Sudiro yang kini resmi menjadi adik iparnya.
Tamat.
Sumber : FB Ahmad Mustopa