KAMEN RIDER QI Episode 6: Serangan Monster Nyamuk

Kategori: Copywriting by Ahmad Mustopa | Penulis: Administrator | 07 Jun 2026

KAMEN RIDER QI  Episode 6: Serangan Monster Nyamuk

Karman yang telah berubah menjadi Kamen Rider Qi mendekati Monster nyamuk alias Markus. 

"Oooh, ini Monster Madu yang berani-berani nentang Jendral Zodar?" Markus melangkah sempoyongan. 

"Monster? Gua Kamen Rider Qi! Bukan Monster kaya loe!" Qi tunjuk wajah Monster nyamuk. 

"Aaaah, ga ada bedanya! Tong kosong diisi belut, ga usah banyak omong, hayu kita gelut!" Markus langsung menyerang Kamen Rider Qi dengan tendangan lurus ke arah perut. 

"Hiaaah!" Dengan mudah Kamen Rider Qi menghindar, bahkan ia membalas dengan tendang berputar dan tepat mengenai kepala Markus. 

"Aaaah!" Markus pegangi kepalanya. 

"Bentar! Jangan buru-buru dong, santai Bro... Santai." Markus mundur beberapa langkah. 

Lalu secara tiba-tiba ia menyerang membabi-buta. 

BRAK! BUK! DUK!

Namun semua serangannya ngawur.

Bahkan beberapa kali ia hampir jatuh sendiri.

Qi menggeleng.

"Monster apaan sih ini?" Qi garuk-garuk kepala. 

Qi lalu melayangkan pukulan.

BUAAAK!

Markus terpental dan berguling-guling di tanah.

“Aduh! Pinggang gua!”

Warga yang melihat dari kejauhan mulai berbisik.

“Monster itu lemah banget.”

“Iya, ga bisa berantem, gayanya kaya orang mabok.”

Markus mendengar ucapan itu.

Wajahnya langsung merah.

"Lemah?!" Ia berdiri.

“Loe semua jangan menghina monster profesional!”

Qi maju selangkah.

“Sudah menyerah aja.”

Markus melihat ke kiri dan kanan.

Lalu matanya tertuju pada seorang anak laki-laki usia sekitar delapan tahun yang sedang menyaksikan pertarungannya.

Mata Markus langsung berbinar.

“Nah!”

SWOOOSH!

Dengan kecepatan nyamuknya, Markus langsung menyambar anak itu.

“AAAAAA!”

Anak itu menjerit ketakutan.

"Rizki!" teriak ibunya.

Qi terkejut.

“Hei! Lepaskan anak itu!”

Markus tertawa.

“Hihihihi! Sekarang siapa yang lemah?”

Ia mengangkat anak itu dengan satu tangan.

“Kalo lo maju, anak ini gua bikin jadi dodol!”

Qi langsung menghentikan langkahnya.

Warga panik.

"Jangan!" Qi mematung menatap anak di tangan Markus yang tertawa keras.

“Nah gitu dong!”

Lalu ia menendang Qi.

BRAK!

Qi terpental.

Belum sempat berdiri.

BUK!

Pukulan Markus menghantam dadanya.

DUK! BUK! BRAK!

Qi menjadi bulan-bulanan.

Namun ia tidak berani melawan.

Sebab anak itu masih berada dalam genggaman Markus.

“Hahaha!”

“Kemarin Monster Lalat Ijo kalah! Karna bodoh!Sekarang gua yang menang karna bertarung pakai otak!”

Qi mencoba bangkit.

“Dasar pengecut...”

“Apa?!”

Markus langsung menghantam helm Qi.

BUAAAK!

Qi jatuh tersungkur.

Percikan cahaya keluar dari armornya.

Qi berusaha berdiri lagi.

Markus kembali tertawa.

“Gimana? Sakit?”

Tiba-tiba…

Dari kejauhan terdengar suara mesin.

VRROOOOOOM!

Markus menoleh.

“Hah?”

Sebuah motor hitam emas melesat dengan kecepatan tinggi.

Motor itu memiliki motif lebah di bagian depan.

"Honey Bike!" seru Zedi di telinga Kamen Rider Qi. 

VRROOOOOOM!

Honey Bike langsung menabrak Markus.

BRAAAAAK!

“AAAAAAAH!”

Tubuh Markus terpental.

Anak yang disanderanya terlepas.

Qi langsung bergerak.

SWOOOSH!

Dengan cepat ia menangkap anak itu sebelum jatuh.

"Syukurlah..." Gumam Qi sementara anak itu menangis.

Qi lalu menyerahkannya kepada warga.

"Sekarang menjauh!" Ujar Qi pada warga yang menonton. 

Markus bangkit sambil memegangi punggungnya. 

"Motor dari mana itu?!" Markus tampak kesal. 

Qi menoleh ke arahnya.

Lalu mengepalkan tangan.

“Sekarang tidak ada yang bisa kau jadikan tameng.”

Markus mulai gugup.

"Hehe... Ngomong baik-baik bisa nggak?" Markus mundur sedang Qi berjalan mendekat.

BUAAAK!

Pukulan Qi menghantam wajah Markus.

“AAAAH!”

BRAK!

Tendangan Qi menghantam perutnya.

DUAAAK!

Markus terpental.

“Kang Rider! Ampun!”

Qi tidak berhenti.

BUK! BUK! BUK!

Kini Markus yang menjadi bulan-bulanan.

“Aduh!”

“Astagaaa!”

“Emak!”

Qi mengangkat tangannya.

“HONEY SWORD READY!”

Pedang Madu muncul dari samping sabuk.

Cahaya emas memenuhi bilahnya.

Markus mulai panik.

"Tunggu dulu!" Markus panik. 

Qi mengangkat pedangnya.

“HONEY SLASH!”

ZRAAAAAASH!

Gelombang energi emas meluncur.

Mengenai tubuh Markus tepat di bagian dada.

“TIDAAAAAAAK!”

BOOOOOOOOOM!

Ledakan cahaya emas memenuhi langit desa.

Tubuh Monster Nyamuk hancur menjadi partikel-partikel cahaya.

Lalu lenyap tanpa sisa.

Warga bersorak.

“Kamen Rider Qi menang!”

“Hidup Kamen Rider Qi!”

Qi menancapkan pedangnya ke tanah.

Pertarungan berakhir.

-------------------------

Di Kapal Induk Marlon.

Jenderal Zodar mengamuk.

BRAAAK!

Mejanya hancur dihantam kepalan tangan.

“GAGAL LAGI!”

Profesor Xefix gemetar.

“Jenderal...”

"Diam!" Zodar menunjuk layar.

“Monster itu lebih lemah dari ayam kampung!”

Profesor Xefix menelan ludah.

“Sebenarnya ada sesuatu yang ingin saya laporkan.”

“Apa lagi?!”

Ahli Serangga Deden mulai berkeringat dingin.

Profesor Xefix membuka data laboratorium.

“Ternyata Markus tidak menerima paket gen monster secara lengkap.”

“Apa maksudmu?”

“Gen Ganas tidak disuntikkan.”

Ruangan langsung sunyi.

Putri Zizaz mengernyit.

“Kenapa?”

Profesor Xefix menunjuk Deden.

“Karena Gen Ganas itu hilang dari laboratorium.”

Semua mata langsung tertuju kepada Deden.

Deden tersenyum canggung.

“Hehehe... Saya bisa jelaskan.”

"Jelaskan!" bentak Zodar.

Deden menunduk.

“Gen Ganas itu mahal...”

“Lalu?”

“Saya jual.”

“Hah?!”

“Di pasar gelap.”

Zodar hampir memukul Deden namun ia urungkan.

“Kau menjual komponen monster?!”

Deden mengangguk pelan.

Putri Zizaz berdiri.

Wajahnya tampak marah.

“Dasar manusia! Apa-apa dikorupsi!”

Deden tersenyum gugup.

Putri Zizaz menunjuk. 

“Mulai sekarang kau akan menjadi monster berikutnya!”

Wajah Deden langsung pucat.

Ia langsung terduduk lemas.

“Habislah saya...”

-----------------------

Di Kapal Induk Zedi.

Karman berdiri di depan Honey Bike.

Motor hitam emas itu terlihat gagah.

“Jadi ini yang nolong gua tadi?”

"Benar," jawab Zedi.

Karman mengelus motor itu.

“Keren juga.”

"Honey Bike adalah kendaraan resmi Kamen Rider Qi." Ujar Zedi. 

"Tapi..." Karman garuk-garuk kepala. 

“Tapi apa?”

“Maaf bukannya tidak berterima kasih, bagaimana kalau saya ga usah pakai motor?”

"Kenapa? Ingat Karman kekuatan kamu saat jadi Kamen Rider Qi itu terbatas, Honey Bike akan membantu staminamu." Terang Zedi. 

"Atau jangan-jangan..." Zedi menatap Karman. 

"Aku belum bisa naik motor... Ayolah sejak kecil aku hidup di pinggir hutan, setiap hari naik pohon, ga pernah sekalipun naik motor..." Karman mendengus kesal. 

“APA?! Ampuuuun.... Pokoknya kamu harus belajar naik motor!”

Suara Zedi menggema ke seluruh kapal.

Bersambung…