GENERASI SANDWICH

Kategori: Copywriting by Ahmad Mustopa | Penulis: Administrator | 23 Dec 2025

GENERASI SANDWICH

"Mus, Senin ibu ke rumah sakit naik motor aja ya, naik taksi online mahal banget." Ucap ibu saat datang ke rumahku tadi pagi.

"Kemaren itu ibu pernah ke rumah sakit naik ojek motor, pulangnya malah ga bisa bangun, nangis-nangis kesakitan, Mus ga mau ibu kaya gitu lagi."

"Atau ga usah terapi aja deh, ibu udah enakan kok."

"Tanggung Bu, tinggal empat kali terapi lagi, kalau ga lanjut nanti andai syaraf kejepitnya kambuh malah disuruh terapi dari awal lagi, lagian pasti nanti disalahin sama dokternya, karna ibu ga full terapinya."

"Ibu ga mau jadi beban kamu Mus, sekarang pesanan sambal ikan asin juga jarang ada." Keluh ibuku.

"Santai aja Bu, doain aja Mus ada rejekinya, pokoknya Mus ga mau ibu kesakitan karna syaraf kejepit kambuh.

Aku termenung, hanya pertolongan Allah yang mampu membantuku dari segala yang harus aku jalani.

Aku mungkin termasuk generasi sandwich, di mana aku bukan hanya harus mengurus kebutuhan diri sendiri, namun juga orangtua dan anak.
Ya, generasi sandwich yang kini banyak diperdebatkan, seseorang yang terjepit diantara orangtua dan anak.
Aku berada ditengah-tengah, ya aku generasi sandwich dan aku bangga menjadi bagian dari itu.

Bagaimana mungkin aku tega melihat ibuku kesakitan, karna aku bisa merasakan sakit dari syaraf kejepit itu sangat luar biasa sakitnya, bayangkan urat syaraf mu terjepit tulang belakang, percayalah itu sangat-sangat menyakitkan.

Kalau bukan aku, siapa yang akan membantu ibuku sendiri?
Kalau bukan aku, siapa yang mau peduli pada ibuku?
Tak mungkin aku cuek dan acuhkan deritanya, padahal aku telah dilahirkan olehnya dan aku membutuhkan Syurga yang berada di telapak kakinya.

Begitu juga dengan anakku, aku memiliki kewajiban untuk memberi makan, menyekolahkan, dan segala kebutuhan lainnya, karna seorang anak tak pernah bisa memilih siapa orangtuanya, andai mereka bisa memilih, maka orang miskin tak akan punya anak.
Karna itu, seberat apapun hidupmu, tetap rawat anak-anak mu, karna ia adalah titipan. 
Aku jelas akan tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk anakku demi masa depannya.

Generasi sandwich menurutku adalah suatu kewajaran di negara ini, yang mana mayoritas keluarga masih mewariskan kemiskinan pada anak-anaknya.
Jangan bicara tabungan hari tua, kadang untuk makan besok saja masih belum pasti ada.

"Mus, bini gua udah lahiran." Chat Indar adik kedua ku yang kini tinggal di Jakarta.

"Alhamdulillah, laki-laki apa perempuan anak loe Dar?"

"Perempuan Mus."

"Alhamdulillah, loe udah harus giat cari kerja Dar, jangan kaya gitu aja, loe udah punya anak, bakal banyak kebutuhan loe kedepannya."

"Iya Mus, nanti hari Senin aja pulang dari rumah sakit gua belom ada uang ini."

"Nanti gua usahain ke sana nengokin, tapi gua ga janji, soalnya masih banyak urusan gua disini, doain aja ikan asin atau MaduQi gua laris, gua pasti kesana."

Kadang kita ga hanya mengurusi ibu dan anak, namun juga saudara.
Walau itu bukanlah kewajiban mutlak seperti pada orangtua dan anak, apa lagi jika mereka sudah dewasa.
Namun paling tidak kita tetap saling peduli, bagaimanapun juga kita memiliki ikatan yang kuat, karna tak akan ada bekas saudara.

Ya, aku adalah generasi sandwich dan aku bangga menjalaninya, walau kadang harus terseok dan terhuyung.

Salam sehat selalu.

Sumber : FB Ahmad Mustopa

Salam1HoBee MaduQi Madu Murni Garansi Rimbawan