CEMBURUAN

Kategori: Copywriting by Ahmad Mustopa | Penulis: Administrator | 23 Dec 2025

CEMBURUAN

Suatu pagi saat Parjo baru saja menaikan customernya.

"Eeeeeh, stooop! Stoooop! Stoooop!" tiba-tiba ada motor yang menghadang jalannya.

"Lah Mamah ngapain kamu Mah?"

"Nah ketauan ya! pagi-pagi berangkat dari rumah pamitnya kerja eeeeeeeeh malah asik boncengin cewek muda! untung firasat Mamah tajem, ketahuan kamu ya Pah!"

"Aduh, Mamah! kerjaan Papah kan emang tukang ojek! gimana sih?"

"Iya tukang ojek, tapi kan ga harus bawa cewek cantik juga dooooong? kan bisa bawa lelaki gitu, kenapa harus perempuan ini hayo?" Dian tolak pinggang dengan mata melotot.

"Aduh bang, saya bisa telat kerja ini." keluh customer Parjo yang masih duduk di belakang Parjo.

"Eh turun loe! cakep-cakep masih aja mau sama laki orang!"

"Lah siapa yang mau ngerebut laki ibu! saya mah pesen ojek lewat aplikasi Bu!"

"Aaaaaaaah bohong aja loe, pesen ojek lewat aplikasi kok yang dapet suami saya? make duduk di belakang suami saya lagi! dasar aja keganjenan loe! lihat-lihat doang kalo mau ngerayu lelaki!" Dian ngomel sambil tunjuk-tunjuk wajah customer Parjo.

"Aduh ancur dah gua." Parjo usap wajahnya sambil menghela nafas dalam-dalam.

Karna disuspen jadi tukang ojek online, kini Parjo beralih profesi menjadi tukang sayur, kebetulan di tempatnya tinggal tidak ada tukang sayur keliling.

Suatu pagi saat dagangan Parjo ramai oleh ibu-ibu komplek yang sedang memilih sayur sambil ngerumpi.

"Aduuuuh pantes kamu rajin jualan sayur pagi-pagi ya Pah! pantes kelar subuh udah langsung berangkat aja! ternyata begini kelakuan kamu!" Tiba-tiba Dian datang mengendarai motor dengan wajah terlihat marah.

"Apa sih Mah?" Wajah Parjo berubah cemas.

"Ga pake apa sih, apa sih! ini apa hah? pagi-pagi udah ngumpul sama ibu-ibu, ketawa-ketiwi seneng banget! kelewatan kamu jadi suami Pah!"

"Bu Dian, jangan gitu dong, kita belanja masa dicemburuin juga sih?" Celetuk Nengsih yang sedang membeli sayur.

"Eh, apa loe Nengsih! loe itu udah punya laki kan? kenapa coba loe godain laki orang?"

"Lah siapa yang godain laki loe?"

"Lah itu buktinya loe deketin dia kan? loe ngajak ngomong dia kan? emang ga bisa ya laki loe aja gitu yang loe ajak ngomong, ga usah laki orang! ga bisa ya?"

"Dasar ODGJ!" Nengsih langsung pergi meninggalkan dagangan Parjo, dan diikuti ibu-ibu yang lain juga.

Parjo berhenti jadi tukang sayur, karna kini tak ada lagi ibu-ibu yang mau membeli sayur padanya.
Kini Parjo usaha odong-odong kuda-kudaan yang ia sewa dari temannya.

Beberapa anak balita sedang menaiki kuda-kuda yang bergerak naik-turun diiringi musik, sedang Parjo mengayuh pedal sepeda agar kuda-kuda itu bergerak.

Setelah lagu selesai maka selesai juga waktu anak-anak itu berada di atas kuda-kuda itu.

"Udah ya, sudah habis ya." Parjo menurunkan anak-anak itu satu per satu.

"Oooooooh begitu ya Pah, kerjaan kamu sekarang begitu ya?" Tiba-tiba Dian telah berada di belakang Parjo.

"Loh ada apa Mah?"

"Itu kamu ngapain gendong-gendong cewe kaya gitu?"

"Waduh, itu kan anak-anak Mah?"

"Iya tapi cewek kan? kamu gendong-gendong cewek gitu ga merasa bersalah Pah? parah kamu ya Pah!"

"Eh ada apa ini? jangan berantem gitu dong, anak saya sampai ketakutan itu." ibu dari anak yang baru saja diturunkan oleh Parjo datang melerai.

"Eh Bu tolong ya bilangin sama anaknya tolong jangan ganggu suami saya!"

"Kamu stress ya? anak saya itu umurnya baru empat tahun! kamu cemburu sama anak empat tahun?"

"Lah kelihatan sama mata dan kepala saya sendiri kok, itu anaknya minta digendong turun dari kuda-kudaan!"

"Ya iya lah! masa anak saya harus turun sendiri gitu? bisa jatoh doooong!"

"Aaaah dasar aja cari perhatian itu mah! asal ada kemauan mah bisa kok turun dari kuda-kudaan sendiri tanpa harus minta gendong sama suami saya!"

"Ampuuun ya Tuhan, berat amat cobaan yang kau berikan." Parjo gelengkan kepala.

Beberapa hari belakangan Parjo tak kemana-mana hanya di rumah saja.

"Pah kamu tuh kerja doooong, enak banget sih di rumah makan, tidur, makan, tidur lagi, sebel lihatnya."

"Mau kerja apa? kamu udah hancurin semua usaha aku tau!" Parjo terlihat kesal.

"Ya usaha apa kek, yang ga butuh keluar rumah, coba tuh jadi reseller Madu QI, madu asli bersertifikat dan bergaransi, hubungin aja tuh Bang Ahmad Mustopa di https://s.id/MADUQI
Dia ga keluar rumah tapi bisa usaha kok."

"Lah bukannya Bang Ahmad itu tukang ikan asin cucut yang sekilonya empat puluh ribu?"

"Iya dia juga jualan madu sekarang mah."

Beberapa hari kemudian.

"Papah! ini siapa chat kamu! waduh ga bener ini, kenapa sekarang banyak perempuan yang chat kamu!"

"Itu yang pesan dagangan aku Mah."

"Ga bisa kaya gitu dong, enak banget kamu kerjaannya chat-chatan aja sama perempuan lain! sini aku yang bales semua satu per satu!"

"Kayanya kudu ganti biang ini mah." Batin Parjo dalam hati.

Tamat.

 

Sumber : FB Ahmad Mustopa